ISIS Eksekusi 15 Anggotanya yang Dituduh Menjadi Mata-mata



Seorang anggota pasukan pemerintah Suriah memegang bendera ISIS saay berada di jalan kota tua Palmyra yang direbut kembali dari tangan ISIS, Minggu (27/3/2016).

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan mengeksekusi 15 anggotanya yang diduga menjadi mata-mata musuh.

Sebelum eksekusi dilakukan di kota Raqqa, Suriah, ISIS terlebih dahulu menangkap 35 orang anggotanya.

Langkah ini diambil menyusul tewasnya seorang pemimpin senior ISIS Hija al-Tunisi dalam sebuah serangan udara koalisi pekan lalu.

Menurut Lembaga Pemantau HAM Suriah (SOHR), peristiwa di Raqqa ini adalah eksekusi terbesar yang dilakukan ISIS terhadap anggotanya sendiri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SOHR, ke-15 orang yang dieksekusi itu semuanya adalah komandan militer.

Mereka dituduh melakukan "kegiatan mata-mata dan korupsi di dunia" dan "menyamar menjadi anggota al-Hisba atau polisi agama ISIS".

Dalam beberapa pekan terakhir, ISIS dipukul mundur dari beberapa basis mereka di Suriah oleh pasukan pemerintah yang didukung serangan udara Rusia.

Sepekan lalu, kota kuno Palmyra direbut pasukan Suriah setelah dikuasai ISIS kurang lebih selama satu tahun.

Setelah diduduki pasukan Suriah, kini militer Rusia datang untuk membantu membersihkan ranjau dan bom yang ditinggalkan ISIS.

Sementara itu, serangan udara koalisi AS sukses menewaskan 170 orang anggota ISIS dalam sepekan terakhir.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ISIS Eksekusi 15 Anggotanya yang Dituduh Menjadi Mata-mata"

Post a Comment