Aktivitas bandara Husein Sastranegara Bandung saat dipenuhi penumpang, Jum'at (23/10/2015). Kabut tebal yang menyelimuti langit Bandung menyebabkan sejumlah penerbangan tertunda.
Terminal baru Bandara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat, mulai dioperasikan pada Rabu (6/4). Gedung baru itu akan menjadi terminal domestik dengan kapasitas sekitar 2,4 juta penumpang per tahun. Hal ini membuat Bandung lebih hidup lagi.
Petugas sedang membersihkan lantai di sekitar arena bermain anak-anak di dalam lingkungan terminal baru Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/4/2016). Terminal baru ini akan digunakan untuk terminal domestik dan direncanakan mulai dioperasikan pada Rabu (6/4/2016).
”Kami akan melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada pemangku kepentingan, Senin (hari ini), terkait jadwal pengoperasian terminal baru ini sehingga mereka (antara lain pihak maskapai, imigrasi, bea cukai, dan karantina) mempunyai waktu yang cukup untuk pindah dari terminal lama ke terminal baru,” kata General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Husein Sastranegara Dorma Manalu, Minggu (3/4/2016), di Bandung.
Menurut Dorma, bangunan dan segala fasilitas yang disediakan di terminal baru ini telah memenuhi standar bandara kelas dunia.
Menurut Dorma, bangunan dan segala fasilitas yang disediakan di terminal baru ini telah memenuhi standar bandara kelas dunia.
”Ada sejumlah rekomendasi dari Ditjen Perhubungan Udara yang harus dipenuhi sesuai dengan standar internasional, misalnya tingkat pencahayaan, sinar-X, ketersediaan air bersih, penempatan bangku calon penumpang, pemasangan tanda atau papan informasi yang benar, dan pintu toilet pun memiliki kriteria tertentu,” ujarnya.
Dilanjutkan renovasi
Begitu terminal baru seluas 17.000 meter persegi itu dioperasikan, akan dilanjutkan renovasi pada bangunan bandara yang lama. Bangunan ini akan menjadi terminal internasional. Renovasi ditargetkan selesai pada September 2016. Total anggaran Rp 174 miliar bersumber dari PT Angkasa Pura II.
Kapasitas Bandara Husein Sastranegara sebelumnya hanya 700.000 orang per tahun. Padahal, volume penumpang pada tahun 2015 telah mencapai 2,1 juta orang.
Junior Manager Pelayanan Bandara Husein Sastranegara Ibnu Hartawan mengemukakan, terminal baru juga dilengkapi dengan fasilitas yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang, seperti kafetaria, ruang istirahat, spot untuk swafoto atau selfie, fasilitas internet (disediakan 10 unit komputer) dan Wi-Fi gratis, ruang bermain anak-anak, ruang ibu menyusui, juga lift dan toilet khusus untuk kalangan difabel.
Di Maluku, calon penumpang yang hendak terbang dari Ambon ke Kabupaten Maluku Barat Daya atau sebaliknya harus memesan tiket paling lambat satu bulan sebelumnya. Pasalnya, rute itu diisi penerbangan perintis dengan frekuensi hanya satu kali dalam sepekan. Penerbangan perintis pada rute itu dilayani Aviastar berkapasitas sekitar 19 penumpang. Di Maluku Barat Daya, Aviastar menyinggahi Pulau Kisar dan Pulau Moa.
Elo, petugas tiket Aviastar di Kisar, mengatakan, harga tiket rute Ambon-Kisar atau sebaliknya Rp 470.000 per penumpang untuk satu kali penerbangan. Namun, sejak pekan lalu, penerbangan rute ini terhenti dengan alasan operasional.
Marthin Dahoklory (30), warga Kisar, menuturkan, penumpang pesawat perintis umumnya pejabat setempat atau dari provinsi dan pusat yang berkunjung ke Kisar ataupun Moa, yang kini menjadi ibu kota Maluku Barat Daya. Sebelumnya, Kisar menjadi ibu kota sementara kabupaten itu. ”Kalau masyarakat sudah pesan kemudian ada pejabat yang berangkat, masyarakat pasti dikorbankan,”
Dilanjutkan renovasi
Begitu terminal baru seluas 17.000 meter persegi itu dioperasikan, akan dilanjutkan renovasi pada bangunan bandara yang lama. Bangunan ini akan menjadi terminal internasional. Renovasi ditargetkan selesai pada September 2016. Total anggaran Rp 174 miliar bersumber dari PT Angkasa Pura II.
Kapasitas Bandara Husein Sastranegara sebelumnya hanya 700.000 orang per tahun. Padahal, volume penumpang pada tahun 2015 telah mencapai 2,1 juta orang.
Junior Manager Pelayanan Bandara Husein Sastranegara Ibnu Hartawan mengemukakan, terminal baru juga dilengkapi dengan fasilitas yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang, seperti kafetaria, ruang istirahat, spot untuk swafoto atau selfie, fasilitas internet (disediakan 10 unit komputer) dan Wi-Fi gratis, ruang bermain anak-anak, ruang ibu menyusui, juga lift dan toilet khusus untuk kalangan difabel.
Di Maluku, calon penumpang yang hendak terbang dari Ambon ke Kabupaten Maluku Barat Daya atau sebaliknya harus memesan tiket paling lambat satu bulan sebelumnya. Pasalnya, rute itu diisi penerbangan perintis dengan frekuensi hanya satu kali dalam sepekan. Penerbangan perintis pada rute itu dilayani Aviastar berkapasitas sekitar 19 penumpang. Di Maluku Barat Daya, Aviastar menyinggahi Pulau Kisar dan Pulau Moa.
Elo, petugas tiket Aviastar di Kisar, mengatakan, harga tiket rute Ambon-Kisar atau sebaliknya Rp 470.000 per penumpang untuk satu kali penerbangan. Namun, sejak pekan lalu, penerbangan rute ini terhenti dengan alasan operasional.
Marthin Dahoklory (30), warga Kisar, menuturkan, penumpang pesawat perintis umumnya pejabat setempat atau dari provinsi dan pusat yang berkunjung ke Kisar ataupun Moa, yang kini menjadi ibu kota Maluku Barat Daya. Sebelumnya, Kisar menjadi ibu kota sementara kabupaten itu. ”Kalau masyarakat sudah pesan kemudian ada pejabat yang berangkat, masyarakat pasti dikorbankan,”

0 Response to "Bandung Bisa Lebih Hidup..."
Post a Comment