Anak-anak Madrasah menemukan sumber Energi Baterai dari Buah Mengkudu

Siswa MI Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang mengubah buah mengkudu menjadi energi alternatif.

UNGARAN, rangkumanpagi.blogspot.co.id - Buah mengkudu atau pace selama ini hanya dikenal sebagai obat herbal yang mampu mencegah dan membunuh berbagai penyakit secara alami. Namun di tangan para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Kalisidi, Ungaran, Kabupaten Semarang, buah dengan tampilan berbenjol-benjol ini juga bisa menjadi sumber energi alternatif yang mereka sebut dengan nama "Baterai Mengkudu".
Tanaman mengkudu di desa yang terletak di lereng utara Gunung Ungaran ini memang tumbuh subur. Anak-anak kecil didesa tersebut sering memanfaatkan buah mengkudu sebagai mainan.
Melihat banyak buah mengkudu yang sepintas tak bernilai itu, empat siswa kelas V dan kelas VI yang tergabung dalam tim sains MI Kalisidi berupaya menyulapnya menjadi sesuatu yang bernilai.
Bahan untuk membuat baterai mengkudu ini sangat murah, yakni buah mengkudu dan baterai bekas yang sudah tidak terpakai.
Cara membuatnyapun mudah, pertama baterai bekas dibuka cangkangnya, kemudian dipotong bagian ujung kutub positifnya. Batang karbon inilah yang digunakan sebagai anoda atau kutub positif baterai, serta lapisan seng sebagai katoda sebagai kutub negatif baterai. Sedangkan pasta sebagai elektrolit yang memisahkan katoda dan anoda dibuang, yang nantinya digantikan oleh mengkudu.
Selanjutnya, buah mengkudu diparut hinga halus. lalu parutan mengkudu ini dimasukkan kedalam tabung baterai bekas menggantikan pasta elektrolit yang sudah usang. Kemudian tutup kembali cangkang baterai, rekatkan dengan isolatip.
"Inilah fungsi buah mengkudu sebagai penghantar antara anoda dan katoda," kata Ahmad Ulinuha (12), siswa kelas VI MI Kalisidi.
Ulinuha tidak serta merta berhasil dalam membuat baterai mengkudu ini. Ia dan tiga angota timnya sudah beberapa kali melakukan ujicoba membuat baterai alternatif dengan berbagai buah lokal yang ada di desanya. Namun ternyata buah mengkudu lah  yang mempunyai kandungan elektrolitnya paling tinggi.
"Pernah pakai blimbing wuluh, markisa, mengkudu terus jeruk. Ternyata lebih banyak mengkudu," ucapnya.
Baterai mengkudu
Baterai mengkudu karya siswa ini telah dicoba untuk mengerakkan jam dinding di sekolah dan hasilnya jam dinding dapat bertahan selama empat jam.
Kreativitas para siswa ini, sudah barang tentu tak lepas dari bimbingan para guru yang mendampingi mereka. Proses inovasi para siswa ini bermula dari pelajaran IPA yang kemudian diaplikasikan ke dalam aktivitas nyata mereka.
Salah satu guru pembimbing di MI Kalisidi, Maria Ulfa mengatakan, tujuan pembelajaran inovasi ini adalah untuk merangsang kreativitas para siswa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada disekilingnya, baik dari alam maupun bahan-bahan yang sudah tidak terpakai.
"Supaya anak-anak lebih kreatif, lebih bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar ligkungan. Kalau kita bisa bikin sendiri kenapa harus beli?" kata Ulfa.
Kendati karya inovasi purwarupa siswa madrasah ini sudah berfungsi dengan baik, namun mereka bertekad akan terus menyempurnakannya sehingga baterai mengkudu ini bisa bertahan lebih lama
lagi. Apalagi bagi masyarakat Desa Kalsidi, baterai sangat vital untuk menghidupkan berbagai barang elektronik ditengah aliran listrik PLN yang sering padam.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak-anak Madrasah menemukan sumber Energi Baterai dari Buah Mengkudu"

Post a Comment