Para pegawai hotel dikerahkan untuk mengangkut korban tewas dalam
serangan teror di lokasi wisata Grand-Bassam, Pantai Gading, Minggu
(14/3/2016).
Dua warga Mali ditahan karena dicurigai memainkan peran penting dalam
serangan maut di sebuah resor wisata di Pantai Gading beberapa waktu
lalu.
Aparat keamanan Mali, Minggu (27/3/2016), mengatakan, kedua pria itu ditahan pada Jumat dan Sabtu lalu menyusul indikasi keterlibatan mereka dalam serangan 13 Maret lalu.
Saat itu, para penyerang menyerbu tiga hotel dan pantai wisata di Grand-Bassam yang mengakibatkan 19 orang tewas.
Kedua tersangka adalah Midy Ag Sodack Dicko, yang dituduh mengatur logistik penyerangan. Tersangka kedua adalah Ibrahim Ould Mohamed, diyakini sebagai tangan kanan dalang serangan, Kounta Dallah yang kini buron.
Serangan di Grand-Bassam, yang baru kali ini menimpa Pantai Gading, diklaim oleh Al Qaeda Wilayah Maghribi (AQIM) yang juga pernah menyerang kawasan wisata di Mali dan Burkina Faso.
Ag Sodack Dicko, yang ditangkap pada Sabtu (26/3/2016), mengatakan, para penyerang menginap di kediamannya di kota Abidjan, Pantai Gading.
Seorang sumber mengatakan, Dicko mengklaim, dia tidak mengetahui orang-orang yang menginap di kediamannya itu akan melakukan serangan maut.
Seorang sumber di kepolisian mengatakan, Dicko memainkan peran penting dalam penyediaan logistik penyerangan dan langsung terbang ke ibu kota Mali, Bamako, tak lama setelah serangan terjadi.
Aparat keamanan Mali, Minggu (27/3/2016), mengatakan, kedua pria itu ditahan pada Jumat dan Sabtu lalu menyusul indikasi keterlibatan mereka dalam serangan 13 Maret lalu.
Saat itu, para penyerang menyerbu tiga hotel dan pantai wisata di Grand-Bassam yang mengakibatkan 19 orang tewas.
Kedua tersangka adalah Midy Ag Sodack Dicko, yang dituduh mengatur logistik penyerangan. Tersangka kedua adalah Ibrahim Ould Mohamed, diyakini sebagai tangan kanan dalang serangan, Kounta Dallah yang kini buron.
Serangan di Grand-Bassam, yang baru kali ini menimpa Pantai Gading, diklaim oleh Al Qaeda Wilayah Maghribi (AQIM) yang juga pernah menyerang kawasan wisata di Mali dan Burkina Faso.
Ag Sodack Dicko, yang ditangkap pada Sabtu (26/3/2016), mengatakan, para penyerang menginap di kediamannya di kota Abidjan, Pantai Gading.
Seorang sumber mengatakan, Dicko mengklaim, dia tidak mengetahui orang-orang yang menginap di kediamannya itu akan melakukan serangan maut.
Seorang sumber di kepolisian mengatakan, Dicko memainkan peran penting dalam penyediaan logistik penyerangan dan langsung terbang ke ibu kota Mali, Bamako, tak lama setelah serangan terjadi.

0 Response to "Terkait Serangan di Pantai Gading, 2 Warga Mali Ditahan"
Post a Comment